Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":
Home -- Indonesian -- Romans - 052 (God Selects whom He has Mercy on)
This page in: -- Afrikaans -- Arabic -- Armenian -- Azeri -- Bengali -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- French -- Georgian -- Hausa -- Hebrew -- Hindi -- Igbo -- INDONESIAN -- Javanese -- Malayalam -- Polish -- Portuguese -- Russian -- Serbian -- Somali -- Spanish? -- Tamil -- Telugu -- Turkish -- Urdu? -- Yiddish -- Yoruba

Previous Lesson -- Next Lesson

ROMA - Tuhan adalah Kebenaran Kita
Pelajaran dari surat Paulus kepada jemaat di Roma
BAGIAN 2 - KEBENARAN ALLAH TIDAK BERUBAH MESKI ANAK-ANAK YAKUB, ORANG-ORANG PILIHANNYA, MENGERASKAN HATI (Roma 9:1-11:36)
3. Allah tetap benar meski sebagian besar orang Israel melawan Dia (Roma 9:6-29)

b) Allah memilih siapa yang diberi belas kasih oleh-Nya, dan siapa yang akan dikeraskan-Nya (Roma 9:14-18)


ROMA 9:14-18
14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! 15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." 16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. 17 Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi." 18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Dari pernyataan Tuhan kepada Musa di dalam Kejadian 33:19, kita melihat bahwa Allah memiliki kedaulatan untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang tertentu dan melanjutkan belas kasihan-Nya, baik orang itu berdosa atau tidak. Karena itu, pemilihan Allah tidak bergantung kepada perbuatan manusia, tetapi hanya kepada belas kasihan dari Yang Mahakuasa; dan keselamatan manusia terjadi karena pembenaran dan bukan karena usaha manusia, karena kasih karunia Allah yang tidak terbatas.

Kita juga membaca penjelasan yang sama di dalam Keluaran 9:16 bahwa Tuhan yang Kudus berfirman kepada Firaun, yang penuh dengan roh Mesir, “akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.” Pernyataan Ilahi ini memberikan ilham kepada Paulus untuk menuliskan, “Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.” (Roma 9:18).

Hal ini terjadi karena kekudusan Allah. Namun, Allah bukan diktator, tetapi Ia menghendaki semua manusia diselamatkan dan datang kepada pengenalan akan kebenaran (Roma 11:32; 1 Timotius 2:4; 2 Petrus 3:9), kalau seseorang membuka hatinya kepada roh yang melawan Allah, atau kalau ia berasal dari keluarga, suku, atau bangsa yang penuh dengan pikiran yang melawan Yesus, bisa terjadi bahwa Allah mengijinkan pemimpin yang jahat untuk melawan perintah-Nya secara terbuka, tetapi Allah juga bisa membuktikan kuasa-Nya yang kekal berkaitan dengan para pelawan itu.

Sebagai tanggapan untuk ayat yang dituliskan sebelumnya oleh Paulus, ada orang-orang yang mengatakan bahwa ada ajaran agama lain yang mengadopsi gagasan bahwa Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya, dan menuntun barangsiapa yang dikehendaki-Nya, karena Allah, seturut dengan kekudusan-Nya, memiliki hak untuk menyesatkan semua manusia, karena memang tidak ada satupun manusia yang benar. Namun, Allah tidaklah berlaku demikian, sebagaimana yang dikatakan beberapa agama lain, karena ia memiliki belas kasihan atas semua orang, dan barangsiapa menerima Kristus melakukan hal itu karena pilihannya sendiri, karena hanya Kristus sajalah yang tidak pernah melakukan dosa.

Tetapi barangsiapa mengikatkan diri kepada si jahat, bapa semua pendusta, dan mengasihi uang lebih dari Allah, jangan sampai terkejut kalau Yang Mahakudus membiarkan dia jatuh sepenuhnya, dan tidak bisa memahami Firman Allah, sebagaimana yang dikatakan Yesus di dalam Injil menurut catatan penginjil Yohanes (8:43-45). Allah bebas dalam membuat keputusan-Nya, tetapi manusia mengambil bagian di dalam tanggungjawabnya, bergantung kepada apakah ia sudah sungguh-sungguh bertobat atau tidak.

Untuk menjelaskan mengenai hal ini kepada pembacanya, kita harus ingat bahwa Paulus mengirimkan perenungan ini bukan kepada orang-orang bukan Yahudi, tetapi kepada orang-orang Yahudi di Roma, untuk mengalahkan keras hati mereka. Ia menyatakan kepada mereka bahwa Allah akan membiarkan mereka tersesat, meski Ia sudah memilih mereka, kalau mereka tidak mau membuka hati mereka kepada tuntunan-Nya di dalam Injil Kristus. Surat Paulus ini tidak sedang menjelaskan suatu filsafat kepada manusia, tetapi menunjukkan kepada kita bagaimana ia menyikapi sikap keras hati dari orang-orang Yahudi.

DOA: Ya Bapa Surgawi, kami menyembah Engkau karena Engkau sudah memilih kami orang-orang berdosa di dalam pemilihan dalam Yesus Kristus, dan Engkau sudah menganugerahkan kepada kami hak untuk menjadi anak-anak-Mu , meskipun kami tidak layak untuk Engkau pilih. Kami memuji Engkau dan memuliakan Engkau karena kasih karunia-Mu yang terus diberikan dan berterima kasih dengan segenap hati kami karena Engkau tidak mengeraskan atau menolak kami, meski banyak dosa-dosa kami, tetapi Engkau justru menarik kami dengan kekuatan kasih-Mu yang kudus.

PERTANYAAN:

  1. Mengapakah tidak ada manusia yang layak dipilih oleh Allah? Apakah alasan dai pemilihan positif kita?
  2. Mengapakah Allah mengeraskan hati Firaun? Bagaimana bentuk dari pengerasan hati seseorang, suatu suku, atau suatu bangsa?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on October 24, 2012, at 11:40 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.140)