Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":
Home -- Indonesian -- Acts - 075 (Apostolic Council at Jerusalem)
This page in: -- Arabic -- Armenian -- Azeri -- Bulgarian -- Cebuano -- Chinese -- English -- French -- INDONESIAN -- Poprtuguese -- Russian -- Serbian -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek -- Yiddish

Previous Lesson -- Next Lesson

KISAH PARA RASUL - Mengiringi Pawai Kemenangan Kristus
Pendalaman Alkitab Kisah Para Rasul
BAGIAN 2 - TULISAN TENTANG PEWARTAAN DI ANTARA ORANG-ORANG BUKAN YAHUDI DAN PENDIRIAN GEREJA DARI ANTIOKHIA HINGGA KE ROMA - Melalui Pelayanan Paulus sang Rasul, Dengan Peneguhan dari Roh Kudus (Kisah Para Rasul 13 - 28)

B - Sidang Rasuli di Yerusalem (Kisah Para Rasul 15:1-35)


KISAH PARA RASUL 15:22-29
22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. 23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. 24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. 25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Merupakan sesuatu yang biasa bahwa kesimpulan singkat dari jalannya pertemuan ditulis dan dibagikan, ditandatangani oleh anggota yang hadir. Lalu apa isi dari notulen Sidang Gereja Kristen yang pertama di Yerusalem?

Di sana disebutkan tentang badan-badan pengutus, yang bukan hanya terdiri dari para rasul, tetapi juga para penatua. Bukan hanya mereka kelompok yang bertanggungjawab, karena sebenarnya keseluruhan gereja, sebagai tubuh Kristus dan kesatuan yang tidak terpisahkan, seluruhnya bertanggungjawab. Semua keputusan yang tidak disetujui oleh mereka semua hanya akan menyebabkan terjadinya gangguan yang berkelanjutan, masalah dan kesulitan.

Dituliskan tentang penerima dari laporan itu, bukan hanya anggota gereja di ibukota Antiokhia, tetapi juga anggota gereja-gereja kecil yang ada di dekat dan di sekitar Antiokhia. Termasuk juga, semua gereja Syria yang terletak di daerah-daerah Iskenderun dan Adana. Anggota-anggota gereja di Yerusalem memanggil orang-orang yang ada di dalam gereja itu sebagai ‘saudara-saudara.” Sebutan ini melambangkan adanya kesetaraan hak dan persekutuan di dalam kerajaan Bapa Surgawi mereka. Dengan kata itu maka perbedaan yang paling utama sudah disingkirkan, dan masalah yang besar diselesaikan. Orang-orang percaya yang berlatar belakang Yahudi menganggap orang-orang percaya berlatar belakang bukan Yahudi sungguh-sungguh sebagai saudara.

Hakekat dari surat itu berpusat kepada damai sejahtera dan sukacita yang mengalir dari keselamatan yang dari Kristus. Tiga pemikiran yang sangat penting tercantum di dalam satu kata Yunani ini, yang dipakai oleh saudara-saudara di Yerusalem untuk menyapa saudara-saudara mereka di dalam Kristus yang berada di tempat yang jauh. Inti dari pemberitaan kita adalah damai sejahtera, sukacita, kesenangan, dan bukannya hukum, pertobatan dan teguran. Kita kami adalah hamba-hamba bagi sukacitamu, membawa kamu ke dalam kepenuhan keselamatan di dalam Kristus.

Nampak di dalam laporan itu bahwa ada beberapa pengkhotbah yang pergi ke gereja di Antiokhia yang tidak diutus oleh jemaat Yerusalem, dan yang tidak menerima aturan tentang hal itu. Mereka pergi atas nama mereka sendiri, dan menyebarkan pandangan mereka sendiri. Gereja sangat menyesalkan saudara-saudara yang berasal dari kaum legalis itu yang menyebabkan adanya masalah dan perpecahan. Kita tidak membaca mengenai hal itu dalam notulen ini, tetapi Paulus, dalam suratnya kemudian tentang orang-orang itu, menyebut mereka sebagai saudara-saudara palsu (Galatia 2:4). Kita hanya membaca bahwa mereka tidak diberi tugas oleh para rasul di Yerusalem, dan juga bahwa Sidang pertama di Yerusalem tidak setuju atau tidak suka dengan pekerjaan mereka yang membawa perpecahan.

Yang sangat luar biasa sekali adalah bahwa sidang sinode itu tidak menyusun sebuah surat doktrinal atau memberikan serangkaian petunjuk yang terperinci. Namun, mereka secara bulat sepakat untuk memilih dua orang yang bijaksana untuk diutus dan menjelaskan mengenai perbedaan pandangan itu. Kata-kata yang tertulis saja dianggap tidak cukup, tetapi perlu didukung oleh Firman Allah, yang dinyatakan melalui hamba-hamba-Nya. Jadi sinode di Yerusalem mengutus, bersama dengan arahan itu, penjelasannya juga. Mereka tidak memberikan tafsiran yang panjang lebar, tetapi langsung mengirimkan saudara-saudara yang dipenuhi dengan Roh Kudus.

Kedua orang nabi yang ditugaskan itu tidak pergi sendirian. Mereka pergi bersama dengan Barnabas dan Paulus, yang sudah mendapatkan nama baik dari gereja di Yerusalem. Laporan itu menyebut langsung mengenai nama keduanya, yang dijelaskan sebagai yang dikasihi. Mereka layak mendapatkan sebutan itu, karena kasih Allah sudah dicurahkan ke dalam hati mereka melalui Roh Kudus. Kasih, kesenangan, damai sejahtera dan keselamatan menjadi dasar, kuasa dan prinsip dari umat Allah di dalam gereja-Nya. Dari nilai-nilai itulah kesaksian kedua rasul itu ditumbuhkan. Mereka sudah menghadapi resiko kehilangan nyawa bagi Kristus, bagi nama-Nya dan bagi gereja-Nya. Di sini kita membaca kata yang sama yang diucapkan oleh Yesus mengenai diri-Nya sendiri, “Aku datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani, dan memberikan hidup-Ku bagi banyak orang.” Inilah buah yang paling penting dari kasih Allah. Buah itu mendorong kita untuk mengorbankan diri kita bagi orang-orang yang terhilang, sebagaimana Kristus memberikan kehidupan-Nya sebagai tebusan bagi orang-orang berdosa yang jahat. Inilah makna yang paling dalam dari Kekristenan yang sebenarnya.

Kemudian kita membaca sebuah pernyataan yang teramat sangat menakjubkan sekali. Para tokoh utama dari gereja di Yerusalem menuliskan bahwa Roh Kudus dan mereka sudah, bersama-sama, membuat keputusan itu. Roh Kudus menyatakan kepada mereka bahwa Gereja Kristen, yang merdeka dari hukum Taurat, adalah sepenuhnya sesuai dengan kehendak Allah. Anggota gereja hidup seturut dengan perkenanan Allah di dalam perkembangan yang baru ini. Di dalam kuasa dan tuntunan Roh Allah ini mereka yang membuat keputusan menganggap diri mereka memiliki tingkatan tanggungjawab yang setara dengan Roh Kudus. Mereka dengan rela memikul tanggungjawab untuk keputusan itu. Roh kemandirian yang berdiri sendiri tidak berkuasa atas mereka, karena mereka adalah hamba-hamba Tuhan dan pelayan dari rahasia Allah (1 Korintus 4:1).

Selanjutnya, mereka menuliskan kepada anggota jemaat di Antiokhia untuk menghindarkan diri dari percampuran agama, yang dilakukan ketika seseorang memberikan korban kepada berhala. Mereka harus menjauhkan diri dari segala kecemaran, dan juga menghindar dari memakan binatang yang mati tercekik dan dari darah. Dengan itu mereka akan bisa meneruskan persekutuan dengan orang-orang Kristen berlatar belakang Yahudi. Perintah ini tidak berkaitan dengan menerima keselamatan, tetapi berkaitan dengan menjaga persekutuan dengan sesama orang-orang kudus.

PERTANYAAN:

  1. Apakah pertimbangan utama dalam keputusan yang diambil oleh Sidang Rasuli di Yerusalem?

KISAH PARA RASUL 15:30-35
30 Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. 31 Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan. 32 Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka. 33 Dan sesudah beberapa waktu keduanya tinggal di situ, saudara-saudara itu melepas mereka dalam damai untuk kembali kepada mereka yang mengutusnya. 34 [Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.] 35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.

Hasil dari perjalanan Barnabas dan Paulus ke Yerusalem adalah bahwa sidang di sana memutuskan untuk mengutus dua orang saudara ke Antiokhia, bersama-sama dengan surat yang akan mereka baca di sana. Yudas dan Silas adalah nabi-nabi yang mengajar pendengar mereka secara langsung dari ilham Roh Kudus. Mereka dipenuhi dengan Roh Kudus yang sama yang meneguhkan keharmonisan antara orang-orang Kristen Yahudi dengan yang bukan Yahudi.

Sukacita dan damai sejahtera terus ada di dalam Gereja Antiokhia. Perhatian mereka tertuju kembali kepada tugas suci mereka, yaitu, memberitakan Injil ke seluruh dunia. Iblis selalu berusaha mengguncang gereja melalui perpecahan karena doktrin. Ia juga berusaha untuk menjauhkan orang-orang percaya dari tujuan utama pemberitaan Injil ke seluruh dunia. Akan tetapi, jika kelompok-kelompok yang ada tunduk kepada tarikan Roh Kudus maka mereka akan segera dipersatukan kembali. Mereka menerima arahan dan prinsip Ilahi, termasuk 1) pemberitaan Injil kepada bangsa-bangsa, 2) keselamatan orang-orang yang terhilang, 3) dipenuhinya orang-orang yang mencari Allah dengan Roh Kudus.

Pertanyaan kepada setiap gereja adalah: apakah anda saling bertengkar atau anda bekerjasama untuk memberitakan Injil? Pecahkan masalah yang ada secepatnya, karena anda tidak dipanggil untuk bertengkar. Tuhan anda memanggil anda untuk memberitakan Injil keselamatan kepada lingkungan anda. Apakah anda mau mengganggu jalannya pawai kemenangan Kristus karena sikap anda yang keras kepala dan sombong?

DOA: Oh Tuhan Yesus Kristus, ampuni kami atas penundaan kami dalam memberitakan firman. Ampunilah kami karena kurangnya hikmat kami dalam mengatasi masalah di gereja kami. Tolonglah agar kami tidak tunduk kepada kesombongan dan keras kepala kami, dan agar kami tidak mencari kehormatan bagi diri kami sendiri, tetapi bersama-sama memberitakan Injil kerajaan-Mu. Dimuliakanlah nama-Mu, dan nyatakan kemenangan-Mu, sehingga banyak orang akan diselamatkan di sekitar kami.

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on September 27, 2012, at 10:42 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)