Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":
Home -- Indonesian -- Matthew - 128 (Parable of the Sower)
This page in: -- Arabic -- Armenian -- Azeri -- Bulgarian -- English -- French -- Hebrew -- Hungarian? -- INDONESIAN -- Latin? -- Peul? -- Polish -- Russian -- Spanish? -- Uzbek -- Yiddish

Previous Lesson -- Next Lesson

MATIUS - Bertobatlah, Kerajaan Kristus Sudah Dekat!
Belajar dari Injil Kristus menurut Matius
BAGIAN 2 - Kristus Mengajar dan Melayani di Galilea (Matius 5:1 - 18:35)
D - Orang-Orang Yahudi Yang Tidak Percaya dan Permusuhan Mereka Kepada Yesus (Matius 11:2 - 18:35)
2. Pertumbuhan Rohani dari Kerajaan Surga: Kristus Mengajarkan Perumpamaan (Matius 13:1-58) -- Kumpulan Ketiga dari Perkataan Kristus

a) Perumpamaan tentang Penabur (Matius 13:1-23)


MATIUS 13:1-9
1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. 2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. 3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
(Markus 4:1-9, Lukas 8:4-8)

Dalam kumpulan yang ketiga dari khotbah Kristus, penginjil Matius menjelaskan kepada kita cara mengajar dari Kristus yang sangat indah. Ia sudah menjelaskan hukum dari kerajaan surga di dalam Matius Pasal 5-7, dan berbicara mengenai menyebarkan Kerajaan Surga di dalam Pasal 10. Sekarang Ia menjelaskan tentang rahasia pertumbuhannya di dalam pasal 13. Pada saat yang sama Ia menjelaskan alasan untuk memisahkan diri dengan orang-orang yang menolak Dia. Perumpamaan adalah jawaban kepada mereka yang sudah mengeraskan hati terhadap Kristus dan Bapa Surgawi-Nya.

Yesus menyederhanakan pengajaran-Nya dengan menggunakan perumpamaan yang luar biasa yang memburuhkan pemikiran dan pengujian yang berhati-hati. Ia mencegah musuh-musuh-Nya dari memahami dengan mudah apa yang menjadi maksud-Nya, tetapi, pada saat yang sama, menjelaskan kepada para pengikut-Nya apa makna perumpamaan itu. Kristus tidak menggali penjelasan-Nya secara langsung dalam pertemuan dengan mereka yang mendengarkan-Nya, tetapi menjelaskan prinsip-prinsip dan melanjutkannya kemudian dengan penjelasan terperinci.

Sebuah perumpamaan menunjukkan beratnya penjelasan tentang perintah di dalamnya. Di sini di dalam Injil dijelaskan tentang sesuatu yang mirip atau perbandingan rahasia rohani dari surga yang menjelaskan dalam bahasa yang dipinjam dari kenyataan-kenyataan di dalam kehidupan. Ini adalah cara yang lazim dipakai, bukan hanya bagi para rabbi Yahudi, tetapi juga oleh orang-orang Arab dan kaum bijak dari Timur. Cara mengajar ini sangat menguntungkan dan mudah. Dalam memakainya, Juruselamat kita turun mencapai tingkatan para pendengar-Nya dan berbicara kepada mereka dalam “bahasa” mereka.

Ada banyak orang yang berkumpul di Kapernaum, yang menyebabkan Dia menyingkir ke tepi laut agar lebih banyak orang yang bisa melihat dan mendengar apa yang dikatakan-Nya. Sahabat-sahabat-Nya mendapatkan hak istimewa untuk mendengar penjelasan-penjelasan-Nya tentang perumpamaan itu sendiri. Dengan cara ini Tuhan menyiapkan para murid-Nya untuk pelayanan kerasulan dan pengajaran di masa yang akan datang.

Orang yang mendengar perkataan-Nya tetapi tidak mengikutinya—meski Allah sudah memberikan panggilan ke dalam hatinya dan meski Roh Kudus sudah dengan lembut menariknya—tidak akan mendengarnya lagi. Ia sedikit demi sedikit akan kehilangan kemampuan pendengaran rohaninya, berbalik dari penyembahan orang-orang kudus, dan jatuh ke dalam berbagai dosa sebagai akibat dari pilihan untuk tidak taat. Ia akan semakin terlibat dalam rantai kegelapan sampai akhirnya ia menolak Juruselamat, menghujat Dia, dan membenci Dia. Barangsiapa tidak dengan rela membuka jiwanya kepada Roh Kudus Allah dan mengikuti panggilan-Nya, akan secara bertahap dipenuhi dengan roh kecemaran yang mengalir ke dalam dirinya dengan ribuan cara. Jadi kesempatan terakhir baginya untuk menyerahkan diri kepada Kristus sudah berlalu. Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar.

Dimanakah pendirian anda dalam perkembangan rohani ini? Apakah anda di jalan menuju Surga? Atau turun ke neraka? Kristus mengasihi anda meski anda berdosa? Ia memanggil anda secara pribadi untuk menerima Firman-Nya yang memberikan kehidupan. Kami meminta kepada anda di dalam nama Kristus, “Datanglah kepada-Nya, karena Ia mengasihi anda, dan memiliki kemampuan untuk menyelamatkan anda secara sempurna.”

DOA: Bapa, Engkau mengenal hati kami. Ampunilah kami atas sikap keras kepala kami terhadap kasih-Mu. Buatlah kami siap untuk mendengar dengan tertarik sehingga kehidupan rohani saya bisa bertumbuh dan bisa mengikuti Engkau dengan tanpa syarat, dan tidak pernah berpaling dari-Nya, dan berpegang kepada-Nya setiap waktu. Kami ingin dimurnikan dengan kuasa-Nya dan dikuduskan dengan kepenuhan kuasa-Mu sebagai orang-orang yang siap untuk senantiasa mendengar perkataan-Mu setiap waktu.

PERTANYAAN 130: Tuliskan aturan untuk pertumbuhan dan kemerosotan rohani, dan kemudian jelaskan.

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on October 09, 2012, at 08:51 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)