Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":
Home -- Indonesian -- Matthew - 059 (Replacing Hatred)
This page in: -- Arabic -- Armenian -- Azeri -- Bulgarian -- Chinese -- English -- French -- Hebrew -- Hungarian? -- INDONESIAN -- Latin? -- Peul -- Polish -- Russian -- Spanish? -- Uzbek -- Yiddish

Previous Lesson -- Next Lesson

MATIUS - Bertobatlah, Kerajaan Kristus Sudah Dekat!
Belajar dari Injil Kristus menurut Matius
BAGIAN 2 - Kristus Mengajar dan Melayani di Galilea (Matius 5:1 - 18:35)
A - Khotbah di Bukit: Tentang Peraturan di dalam Kerajaan Surga (Matius 5:1 - 7:27) -- Koleksi Pertama dari Perkataan Yesus
1. Tanggungjawab kita kepada Manusia (Matius 5:21-48)

e) Kebencian kepada Musuh Diganti dengan Kasih (Matius 5:43-48)


MATIUS 5:43-48
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.
(Keluaran 23:4-5; Imamat 19:2.18; Roma 12:14-20)

Perjanjian Lama sama sekali tidak mengatakan bahwa orang harus membenci musuhnya. Namun, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat menyimpulkan dari Imamat 19:18 bahwa perintah kasih kepada sesama itu mengandung makna membenci musuh, karena hukum dari para ahli Taurat itu menuntut pemeliharaan atas hak, menjunjung kejujuran dan menjauh dari musuh. Kerajaan Kristus menghancurkan ikatan bangsa dan negara dengan memberikan kepada semua manusia jalan masuk kepada kasih Allah dan dengan memanggil kita untuk mengikuti Dia. Karena itu, iman anda kepada Kristus dibuktikan melalui kasih anda kepada musuh anda, dan bukan hanya sekedar membiarkannya. Kasih kepada musuh jauh lebih tinggi dari sekedar nilai manusia. Tanpa Kristus, mustahil bagi manusia biasa untuk melakukannya.

Kalau seseorang ingin mengasihi musuh-Nya, ia harus membuang kepentingan pribadinya, memikirkan orang itu sebagai yang dikasihi dan bertindak demikian. Bagaimana kalau Tuhan memerintahkan agar anda mengasihi musuh anda? Kalau persekutuan rohani antara Kristus dan orang-orang percaya tidak kuat, tidak akan ada orang yang bisa melaksanakan perintah-Nya ini. Tetapi karena Juruselamat kita, karena Roh Kudus-Nya memimpin kita untuk mengalahkan kebencian dan menolong kita untuk mengasihi semua orang. Tetapi berhati-hatilah! Selama anda marah kepada seseorang atau sekelompok orang, Roh Allah tidak akan menundukkan motivasi kejahatan anda.

Berdoalah untuk mereka yang menganiaya anda. Ini adalah langkah pertama untuk memahami bagaimana mengasihi musuh anda. Suatu saat ada seseorang yang melakukan kesalahan kepada rekan-rekan dan keluarganya, yang sangat mengganggu kehidupan mereka, tetapi Roh Kudus Allah mendorong rekan-rekannya untuk berdoa bagi orang itu, dan karena itu ia meminta agar Tuhan terus memberkati musuhnya lebih daripada keluarganya sendiri. Bapa kita di surga ingin memberkati anda melalui musuh-musuh anda melalui doa yang penuh sukacita di dalam hati anda.

Kalau anda bebas dari kebencian dan sudah memberikan berkat kepada musuh-musuh anda melalui doa anda, anda bisa mengunjungi dia. Kalau ia sedang menghadapi masalah, tolonglah doa dengan cara sedemikian sehingga ia tidak menyadarinya agar ia tidak merasa dipermalukan. Ambil waktu selama mungkin untuk menyelamatkan dia dan seisi rumahnya, secara tubuh, jiwa dan roh, bahkan meskipun ia tidak mau menerima dan terus menolak anda, karena Allah memperlakukan kita, sebagai manusia, dengan cara demikian walau kita tidak taat.

Posisi anda tidaklah lebih baik dibandingkan dengan Allah dan Anak-Nya. Sebagaimana manusia sudah menolak kasih dan pengorbanan Yesus dengan menghina-Nya, mereka mungkin tidak mau menerima kasih anda dan tidak mempercayai anda, dan justru menanggapi usaha pertolongan anda dengan hinaan. Mereka akan mengadukan anda kepada penguasa dengan tuduhan bahwa anda melakukan dusta dan kejahatan, karena ada roh yang asing yang bekerja di dalam kehidupan mereka. Tetapi anda sudah menjadi anak-anak damai sejahtera Allah dan anda memahami beberapa motivasi di dalam diri orang-orang lain. Mintalah kepada Bapa Surgawi anda untuk memerdekakan mereka dari kepahitan hati dan memberikan kepada mereka kasih sebagaimana yang diberikan-Nya kepada anda. Ia adalah Allah yang mahakuasa yang bisa mengalahkan dan menghancurkan bahkan hati yang paling keras di dalam kehidupan musuh anda.

Allah itu kasih. Ia sudah memanggil kita untuk masuk ke dalam kepenuhan kasih karunia. Panggilan-Nya kepada kesempurnaan membawa kita kepada pembentukan agar kita bisa mengakui kegagalan kita, khususnya untuk mengasihi musuh-musuh kita. Tetapi Bapa kita di Surga memberikan kepada kita bagian kesempurnaan-Nya sendiri dan mengampuni kita sepenuhnya melalui darah Anak-Nya. Penyucian ini adalah sempurna karena tidak ada satupun yang lebih suci dibandingkan dengan pengampunan dari Dia yang sudah disalibkan itu. Akhirnya, untuk membenarkan anda secara cuma-cuma, Allah mencurahkan Roh-Nya sendiri dengan kasih-Nya yang sempurna ke dalam hati orang-orang percaya. Kristus bukanlah sekedar filsuf teoritis yang berbicara mengenai idealisme yang tak terjangkau, tetapi Ia sempurna di dalam diri-Nya sendiri. Ia memberikan kepada anda berdiamnya Roh Kudus di dalam hati anda sebagai bukti kesempurnaan yang ditunjukkan di dalam kasih anda kepada musuh-musuh anda.

Anda tidak bisa mengasihi dengan sempurna dengan kekuatan anda sendiri, tetapi sebagai anak-anak Allah hal itu mungkin. Hakekat dari kasih memerlukan partnership, karena itu Allah menyatakan diri-Nya sebagai Bapa dari Yesus. Demikian juga orang-orang percaya harus saling mengasihi di dalam kesatuan dari Roh Kudus. Apakah anda bersekutu dengan orang-orang percaya di dalam kesabaran dan kasih Yesus yang ajaib itu? Bagaimanakah kasih Allah yang sempurna itu nyata di dalam kehidupan anda?

DOA: Oh Bapa, terima kasih karena memanggil kami melalui Anak-Mu untuk menjadi sempurna seperti Engkau. Tetapi kami sering tidak taat dan menjadi orang berdosa yang keras kepala, dan kasih-Mu mengangkat kami dari lumpur dosa kepada tingkatan-Mu melalui pengudusan kami oleh darah Yesus, sehingga kami bisa menjadi orang-orang benar dan suci dalam kesempurnaan. Mampukan kami untuk sungguh-sungguh mengasihi musuh dan seteru kami, sehingga sukacita-Mu di dalam kami dipenuhi.

PERTANYAAN 61: Bagaimana kita menjadi sempurna, sebagaimana Bapa sempurna?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on October 08, 2012, at 11:57 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)