Home
Links
Bible Versions
Contact
About us
Impressum
Site Map


WoL AUDIO


Bible Treasures
Doctrines of Bible
Key Bible Verses


Afrikaans
عربي
Azərbaycanca
Bahasa Indones.
বাংলা
Български
Cebuano
Deutsch
English
Español
فارسی
Français
հայերեն
עברית
हिन्दी
Kiswahili
Кыргызча
മലയാളം
O‘zbek
Peul
Polski
Português
Русский
Srpski/Српски
தமிழ்
తెలుగు
Türkçe
Українська
اردو
Uyghur/ئۇيغۇرچه
ייִדיש
Yorùbá
中文


ગુજરાતી
Hausa/هَوُسَا
Latina
Magyar
Norsk

Home -- Indonesian -- Matthew - 063 (The Lord’s Prayer)
This page in: -- Arabic -- Armenian -- Azeri -- Bulgarian -- English -- French -- Hebrew -- Hungarian? -- INDONESIAN -- Latin? -- Peul -- Polish -- Russian -- Spanish? -- Uzbek -- Yiddish

Previous Lesson -- Next Lesson

MATIUS - Bertobatlah, Kerajaan Kristus Sudah Dekat!
Belajar dari Injil Kristus menurut Matius
BAGIAN 2 - Kristus Mengajar dan Melayani di Galilea (Matius 5:1 - 18:35)
A - Khotbah di Bukit: Tentang Peraturan di dalam Kerajaan Surga (Matius 5:1 - 7:27) -- Koleksi Pertama dari Perkataan Yesus
2. Tanggungjawab kita kepada Allah (Matius 6:1-18)

c) Doa Tuhan Yesus (Matius 6:9-13)


Para murid mengakui bahwa mereka tidak tahu dengan tepat bagaimana berdoa kepada Allah. Roh Kudus belum dicurahkan ke dalam hati mereka, sehingga mereka datang kepada Yesus mencari sebuah rumusan dasar dari doa yang diterima. Ia mengasihani mereka dan membagikan doa-Nya sendiri yang agung.

MATIUS 6:9
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu.
(Yehezkiel 36:23; Lukas 11:2-4)

Kristus tidak mengajar kita untuk memanggil Allah sebagai Allah, atau menyebut Dia sebagai Tuhan yang Mahabesar, Penguasa Alam semesta, atau Yang penuh Rahmat. Semua gelar itu ditemukan di dalam agama-agama lain. Ia mengajarkan kepada kita nama yang unik dari Allah, yang menyimpulkan semua kekayaan di dalam Perjanjian Baru dengan satu istilah “Bapa kami.” Kita tidak layak untuk memanggil Allah sebagai “Bapa kami” dan kita tidak bisa datang secara otomatis kepada-Nya. Tetapi Kristus sudah datang dari surga lahir dari Roh Kudus. Ia membuat kita menjadi partner di dalam hak istimewa-Nya, memasukkan kita ke dalam hak pribadi-Nya dan menghapuskan segala dosa kita sehingga kita layak menjadi anak-anak Jahweh yang sah melalui pengangkatan, dan secara rohani, dengan kelahiran yang kedua.

Mereka yang sungguh-sungguh memperhatikan perkataan Tuhan Yesus di dalam Injil, akan melihat dengan takjub, bahwa di dalam doa dan pembicaraan-Nya dengan para murid, Ia sering menggunakan dalam penyebutan-Nya akan Allah, kata “Abba,” “Bapa,” “Bapa-Ku” atau “Bapamu” sekitar 200 kali. Tetapi ketika berbicara kepada para seteru-Nya atau sedang mengusir roh jahat dari orang yang kerasukan, Ia hanya menyebut nama Allah saja. Namun ketika wajah Bapa-Nya tersembunyi dari-Nya ketika Ia berada di kayu salib, Ia berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Pada saat itu, Ia sedang memikul di atas tubuh-Nya segala dosa dunia, dan belas kasih Bapa-Nya berubah menjadi murka yang menyala kepada-Nya sebagai Hakim yang kekal. Ia menghukum segala dosa kita di dalam diri Anak-Nya menggantikan kita.

Meski Bapa menyembunyikan wajah-Nya kepada-Nya, Yesus berjuang dengan setia. Ia berpegang kepada hakekat Allah sebagai Bapa dan pada akhirnya Ia berdoa, “Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Sejak saat itu, Ia mencurahkan Roh Kudus kepada kita, yang berseru dengan penuh sukacita di dalam kita, “Bapa kami yang ada di surga.” Roh Kudus menyatakan rahasia Allah sebagai Bapa bagi orang-orang percaya. Inilah sebabnya kita memuji Dia dan bersyukur kepada-Nya dengan sukacita, karena Bapa Surgawi sudah mengampuni kita, memberikan kepada kita kehidupan kekal-Nya, membawa kita masuk di dalam keluarga-Nya, memanggil kita sebagai yang dikasihi dan menerima kita sebagai hamba di dalam kerajaan kasih-Nya. Karena itu, kita tidak harus takut akan pembalasan Allah sebagaimana orang-orang yang tidak mengenal-Nya, karena kita memiliki hak untuk datang ke tempat kudus melalui darah Kristus dengan kuasa Roh Kudus setiap saat dan setiap menit.

Tuntutan yang utama dan terutama dari Kristus adalah agar kita menguduskan nama Bapa. Tidak diragukan bahwa Bapa Surgawi adalah Kudus di dalam diri-Nya dan tidak memerlukan tambahan kekudusan melalui kita, tetapi Ia mengijinkan kita mengambil bagian di dalam hak ini, dan karena itu memuji Dia, memuliakan Dia dan melayani Dia dengan penuh syukur dan sukacita.

Haruslah menjadi tujuan yang paling pertama dan paling tinggi dalam semua permohonan kita, bahwa Bapa kita dimuliakan. Semua permintaan yang lain harus ada di bawah dan dalam kesesuaian dengan hal ini. “Bapa, muliakanlah diri-Mu dan berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah segala dosa kami.” Karena segala sesuatu adalah dari Dia dan melalui Dia, semua haruslah bagi Dia dan untuk Dia juga. Di dalam dosa, pikiran dan kehendak kita haruslah terpusat kepada kekudusan Bapa surgawi kita. Orang-orang Farisi menjadikan diri mereka tujuan yang terutama di dalam doa mereka, tetapi kita melakukan yang sebaliknya. Kita bertujuan untuk menjadikan nama Allah Bapa kita sebagai tujuan akhirnya. Biarlah semua permohonan kita berpusat kepada tujuan ini dan diatur olehnya.

Semua bapa di dunia ini menghendaki agar anak-anaknya hidup dalam rasa hormat, bersikap setia dalam pelayanan kepada masyarakat dan menjunjung tinggi nilai dan pendirian keluarga. Demikian juga, Kristus berharap bahwa kita menghormati Bapa Surgawi kita dengan perilaku kekudusan kita dan menghasilkan buah-buah Roh Kudus. Kemudian bahkan orang-orang yang tidak percaya juga akan memuliakan Bapa di surga karena anak-anak-Nya yang sangat terhormat. Betapa besar sukacita Bapa kita kalau dunia mengatakan, “Lihat mereka, mereka percaya kepada Bapa mereka!”

Karena tidak semua orang menjadi ayah sebelum ia memiliki anak-anak, kita berdoa bahwa anak-anak rohani yang tak terhitung jumlahnya akan dilahirkan bagi Bapa surgawi kita seperti embun di pagi hari dan mereka hidup di dalam kekudusan, kebenaran dan kasih.

DOA: Oh Bapa, nama-Mu di bibir kami lebih manis dari madu murni. Kami adalah orang-orang berdosa dan sekarang kami adalah anak-anak-Mu. Terima kasih atas kasih-Mu, atas anugerah Anak-Mu dan atas kasih karunia Roh Kudus. Kami bersyukur kepada-Mu, karena melalui penebusan-Mu yang pasti, kami menjadi anak-anak-Mu di dalam kebenaran dan hakekat. Nyatakanlah nama Bapa-Mu di desa dan kota kami supaya hari ini banyak anak-anak akan dilahirkan bagi-Mu dan memuliakan nama Bapa-Mu sebagai Bapa yang kudus di dalam kehidupan kami.

PERTANYAAN 65: Bagaimanakah kita menguduskan nama Bapa?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on October 09, 2012, at 09:04 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.50)