Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Lukas -- 016 (Kelahiran Yesus di Betlehem)

This page in: -- Arabic -- English -- INDONESIAN -- Russian

Previous Lesson -- Next Lesson

LUKAS - Kristus, Juruselamat Dunia
Pelajaran-pelajaran dari Injil Kristus Menurut Lukas

BAGIAN 1 - PERISTIWA-PERISTIWA SEJARAH YANG BERKAITAN DENGAN KELAHIRAN KRISTUS (Lukas 1:5 - 2:52)

5. Kelahiran Yesus di Betlehem (Lukas 2:1-20)


LUKAS 2:13-14
13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.

Ketika mereka mendengarkan gelar Mesias dari perkataan para murid, para gembala terdiam dalam ketakjuban. Kata-kata utusan Ilahi itu menembus hati mereka. Namin, agar mereka bisa memahami apa maksud Allah dalam kelahiran Anak-Nya, malaikat yang bersinar terang itu memberikan tanda yang bisa mereka sentuh dengan tangan mereka dan bisa mereka lihat dengan mata mereka: seorang bayi yang baru lahir dibungkus dengan lampin dan terbaring di sebuah palungan di kandang yang hina.

Sangat penting bagi para gembala sederhana itu untuk memahami bahwa Tuhan yang agung itu sudah menjadi bayi yang lemah. Ia tidak tetap menjadi Roh yang penuh kemuliaan, tetapi menjadi manusia yang diwarnai dengan kelemahan kemanusiaan sehingga ia perlu dibungkus dengan kain lampin seperti seorang bayi biasa. Ia tidak bisa berbicara ketika masih ada di dalam palungan, dan Ia harus diurus oleh tangan seorang ibu yang mengasuh-Nya. Anak yang Mahatinggi itu menjadi kecil, miskin, dan lemah. Inilah makna dari kedatangan Allah ke dunia di dalam Perjanjian Baru. Ini adalah lawan dari kesombongan. Dia yang Mahabesar bukanlah pribadi yang sombong dan congkak, tetapi merendahkan diri dan datang mendekat kepada kita. Inilah Allah kita: Kasih yang menjadi manusia.

Ketika pemahaman ini masuk untuk pertama kalinya ke dalam pikiran orang-orang yang sederhana itu, mereka terduduk dan tak bisa bergerak, karena surga terbuka lebar, cahaya itu bersinar terang, dan balatentara malaikat dalam jumlah yang sangat besar menampakkan diri, berlaksa-laksa jumlahnya menaikan dan sukacita, karena Juruselamat yang sejati sudah datang ke dunia ini. Tiba-tiba para gembala itu mendengar rangkaian pujian dari surga, yang menyanyikan nyanyian dan doa di tengah-tengah terang kemuliaan itu. Nyanyian suara pujian itu menyatakan semua itu dengan sangat jelas penuh kemuliaan, keagungan, dan kebesaran bagi Allah yang empunya segala kerajaan, kuasa, dan kemuliaan, penyembahan dan pujian syukur sampai selama-lamanya. Ia memiliki segala sesuatu, dan segala sesuatu berada di bawah kuasa-Nya. Matahari adalah tumpuan kaki-Nya, dan orang-orang kudus menyanyikan pujian di hadapan-Nya.

Penglihatan akan kemuliaan Yang Mahakudus itu tidak menghanguskan para gembala yang menjadi kelu itu, tetapi memberikan kepada mereka pengharapan dan janji mengenai pernyataan Allah: damai di bumi dan di surga. Kedamaian Ilahi kekal tanpa ada pertengkaran, kebencian atau peperangan.

Allah mengutus sang Mesias untuk menyatakan damai kepada bumi kita yang sengsara dan sakit ini. Hari ini, Roh Kudus menggenapkan damai sejahtera-Nya yang sejati di dalam kehidupan para pengikut Yesus. Apakah anda tahu bahwa damai sejahtera dari Yang Mahakudus dimulai di dalam dunia yang membuka diri kepada sukacita-Nya? Namun, barangsiapa menutup pikiran-Nya terhadap berita palungan dan kayu salib, akan menjadi sesat dan terhilang, karena tidak akan ada damai sejahtera di dalam kehidupan orang-orang yang tidak percaya. Dimanapun pengampunan dosa dinyatakan dan kuasa Roh Kudus bekerja, di sana akan muncul damai sejahtera Kristus atas dunia ini.

Rancangan kasih karunia Allah digenapi di dalam kehidupan setiap orang yang hatinya menjadi palungan bagi Yesus dan yang menjawab berita keselamatan itu dengan penuh syukur dan penuh doa. Apakah anda mengenal sukacita yang diberikan Allah kepada semua manusia? Apakah anda mengikuti sang Raja Damai dan menjadi pembawa damai? Sukacita dari Yang Mahakudus tercurah dari dalam kehidupan anda dan berdiam di dalamnya. Anda mungkin bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi. Bayi di palungan itulah buktinya. Allah menyertai anda. Ia ingin berdiam di dalam kehidupan anda sehingga damai sejahtera kekal itu bisa dimulai di dalam diri anda.

DOA: Bapa Surgawi, kami menyembah Engkau karena kemuliaan-Mu jauh lebih besar daripada matahari, yang Engkau ciptakan dengan firman-Mu. Angkatlah tangan kami untuk menyambut pancaran kasih-Mu sehingga aku bisa dipenuhi dengan damai sejahtera dan kebenaran-Mu, karena sukacita-Mu datang kepada kami, dan mau berdiam di dalam kehidupan banyak orang.

PERTANYAAN 25: Bagaimanakah Anak di palungan itu menyatakan kemuliaan Allah?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on April 04, 2017, at 01:04 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)