Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":
Home -- English -- Mark - 003 (Christ's Personal Name)
This page in: -- Arabic -- English -- INDONESIAN -- Turkish

Previous Lesson -- Next Lesson

MARKUS - Siapakah Kristus?
Belajar dari Injil Kristus Menurut Matiusus
BAGIAN 1 - PERSIAPAN UNTUK KEDATANGAN KRISTUS (Markus 1:1 - 1:13)
1. Judul dan Lambang dari Injil Markus (Markus 1:1)

b) Nama Pribadi Kristus, dan Pentingnya Nama itu


Nama pribadi Tuhan kita adalah “Yesus” (Iesous) dalam kata Yunani atau dalam bahasa Ibrani “Yoshua” (Yehoshua). Nama ini diucapkan berbeda dalam berbagai bahasa. Orang-orang Jerman menyebutnya “Yesus,” sementara orang-orang Arab menyebutnya dengan pengucapan yang lebih dekat kepada pengucapan bahasa Semit. Mereka menyebut Dia “Yasou.” Nama-Nya dituliskan di dalam Al-Quran sebagai “Isa.”

Nama “Yesus” adalah sama dengan Juruselamat. Kata itu diambil dari kata kerja yang sama yang menunjuk kepada tindakan menyelamatkan. Dalam bahasa Ibrani, kata itu sama dengan kata Yosua, yang berarti “Allah menolong, campur tangan dan menyelamatkan.” Yang Mahakuasa selalu penuh dengan kasih karunia kepada manusia. Ia bekerja, memberkati dan menyelamatkan orang-orang yang memiliki nama-Nya. Nama Yesus adalah rangkuman dari seluruh karya Allah bagi kita, karena Yang Mahatinggi tidak datang untuk menghakimi, tetapi Dia membuka sebuah masa baru yang penuh kasih dan penebusan melalui Yesus yang datang itu. Yesus diberi nama demikian di dalam perkataan malaikat Gabriel kepada Yusuf, ayah angkat-Nya, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (Matius 1:21). Matius sang penginjil langsung mengakui dengan penuh sukacita, “Allah beserta kita di dalam Yesus.” Dia bukan lagi seteru kita atas dosa-dosa kita. Dia tidak membinasakan kita sesuai dengan hukum, yang melawan kita, tetapi Dia akan menyelamatkan kita demi Dia yang dilahirkan dari Maria. Jadi, nama Yesus menandakan akhir dari masa hukum, dan awal dari masa kasih karunia.

Perlu dipahami bahwa “Kristus” bukanlah nama dari Yesus. “Yesus”adalah nama pribadi-Nya. “Kristus” adalah gelar dan jabatan yang disandang-Nya, atau tugas pribadi-Nya, yang menunjuk kepada tugas keilahian-Nya.

Sudahkah anda memahami hakekat Yesus itu: bahwa Dia adalah manusia sejati, dan pada saat yang sama Allah yang sejati?

Sebagai tambahan untuk nubuatan itu, kabar baik dari surga menunjukkan tentang keilahian dan kemanusiaan ini, karena Dia dilahirkan dari Roh Kudus dan juga dari Anak Dara Maria, memiliki tubuh seperti semua manusia lain, tetapi juga memiliki hakekat Allah, yang tersembunyi di dalam Dia, karena Dia memang adalah Roh dari Yang Mahatinggi. Di dalam kuasa Roh ini, Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan-setan. Roh jahat sudah mengenal nama-Nya dan hakekat-Nya yang sebenarnya, dan mereka berseru ketakutan ketika Dia mendatangi mereka, dan mereka berseru, “Biarkanlah kami! Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah!” (Markus 1:24). Roh-roh dari neraka itu sangat mengenal siapa Yesus, sementara manusia tetap buta. Manusia jarang sekali mengenali Dia atau mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan.

Inilah keagungan dan rahasia di dalam nama Yesus. Dia adalah manusia yang sempurna dan Tuhan yang sejati. Gereja mengakui rahasia ini dengan penuh sukacita dan kepastian: Yesus itu Tuhan.

Nama “Yesus” ini terus berlanjut di surga sebagaimana di bumi. Stefaus sang martir melihat surga terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah, dan Stefanus berseru sebelum dia mati, “Tuhan Yesus, terimalah rohku” (Kisah Para Rasul 7:56-59)

Orang Nazaret yang mulia itu berdiri di hadapan Saulus dari Tarsus di dekat gerbang kota Damsyik dan kemudian menyatakan kepada Saulus, “Akulah Yesus, yang kau aniaya” (Kisah Para Rasul 9:5), dan kemudian “Ahli Taurat” yang kolot, yaitu ahli dalam hukum Musa, diubahkan dari seorang munafik fanatik yang memakai kebenaran sendiri menjadi seorang percaya dan hamba Kristus. Dia mengakui dengan sukacita di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa” (Filipi 2:9-11).

Nama Yesus bukan sebuah mantra, tetapi suatu rahasia yang ajaib. Setiap kali nama itu disebutkan dengan iman, nama-Nya berarti kehadiran Tuhan sendiri, yang berbicara melalui lidah para hamba-Nya, dan bekerja melalui perkataan mereka. Hari ini, kita memberitakan nama Yesus supaya banyak orang bisa menerima Dia, dan supaya janji Ilahi itu bisa digenapi di dalam mereka, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12). Dalam nama yang sangat unik itu, Petrus sang Rasul menyembuhkan orang yang lumpuh di Yerusalem (Kisah Para Rasul 3:1-4:31). Dengan kuasa nama itu, para Rasul mengusir setan-setan. Gereja menantikan kedatangan-Nya kembali dengan seruan, “Datanglah, Tuhan Yesus” (Kitab Wahyu).

DOA: Ya, Tuhan Yesus Kristus, kami menyembah-Mu karena Engkau adalah Firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, dan di dalam Engkau berdiam segenap kepenuhan Allah secara tubuh. Engkau sungguh-sungguh dilahirkan dari Roh Allah. Engkausudah mengalahkan semua penyakit, maut, dosa dan Iblis. Engkau adalah Pemenang yang sudah membukakan pintu gerbang surga kerajaan kasih Allah bagi kami. Kami berterima kasih atas kedatangan-Mu, dan memohon agar Engkau menjadikan kami serupa dengan Engkau sehingga kekuatan-Mu bisa menjadi sempurna di dalam kelemahan kami. Amin.

PERTANYAAN:

  1. Apakah arti yang terdapat di dalam nama “Yesus”?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on September 30, 2014, at 05:22 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)