Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":

Home -- Indonesian -- Lukas -- 012 (Kelahiran Yohanes Pembaptis)

This page in: -- Arabic -- English -- INDONESIAN -- Russian

Previous Lesson -- Next Lesson

LUKAS - Kristus, Juruselamat Dunia
Pelajaran-pelajaran dari Injil Kristus Menurut Lukas

BAGIAN 1 - PERISTIWA-PERISTIWA SEJARAH YANG BERKAITAN DENGAN KELAHIRAN KRISTUS (Lukas 1:5 - 2:52)

4. Kelahiran Yohanes Pembaptis (Lukas 1:57-80)


LUKAS 1:67-75
67 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 70 -- seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus --71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, 72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,:73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 1:74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,:75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Kata “Roh Kudus” muncul empat kali di dalam Pasal 1 dari Injil Lukas (15, 35, 41 dan 67), yang di dalamnya termasuk juga masa persiapan bagi kelahiran Kristus. Sang tabib Lukas memahami dengan jelas bahwa peranan pertama dari Kristus yang akan datang berkaitan dengan Allah dan bukan dengan manusia, karena Roh-Nya menyatakan rancangan Ilahi, mengusir segala keraguan, dituntun oleh ketaatan, dan memenuhi orang-orang yang lemah dengan kuasa. Apakah anda memahami bagaimana kasih Allah menciptakan pemahaman, iman, dan buah-buah di dalam kehidupan orang-orang yang dengan rela masuk ke dalam rancangan penebusan dari Allah? Bukalah diri anda kepada Roh Kristus dan anda akan mengalami mujizat di dalam hancurnya kecongkakan hati anda, dan kemudian mempermuliakan Tuhan di lingkungan dimana kita berada.

Zakharia terus berdiam diri selama sembilan bulan untuk merenungkan perkataan malaikat itu. Kemudian Maria masuk ke dalam rumah Zakharia. Isterinya berseru penuh dengan sukacita Roh Kudus, dan sang Anak Dara bersaksi kepada imam tua itu tentang bagaimana Gabriel menampakkan diri kepadanya.

Kemudian Zakharia menyadari bahwa baik dia maupun isterinya, maupun anaknya ataupun Maria bukanlah pusat dari sejarah Allah dan semua pergerakan surgawi, tetapi Anak Maria yang akan dilahirkan itu sajalah Pribadi yang sudah dijanjikan sejak kekekalan. Pada saat itu, sang imam yang sangat memahami isi Kitab Suci tahu bahwa Mesias akan datang. Pemahaman ini sangat mengejutkan hatinya. Tanpa peduli keadaan di sekitarnya, ia langsung mempermuliakan Allah atas karya Roh-Nya yang sudah membuat terjadinya inkarnasi.

Besarlah sukacita dari sang imam tua yang sudah mendapatkan kembali kemampuannya untuk berbicara. Di sepanjang hidupnya ia sudah berusaha untuk memperdamaikan bangsanya yang jahat dengan Yang Mahakudus melalui korban-korban yang diberikannya. Ia memahami bahwa Yang Mahaagung yang tak terjangkau sedang datang kepada mereka di dalam Pribadi Kristus untuk mendatangi orang-orang yangs edang menderita, dan bahwa Ia sungguh-sungguh datang ke dalam kehidupan mereka.

Datangnya sang Ilahi kepada manusia ini tidak ditandai dengan penghakiman, kehancuran dan kebinasaan dalam cahaya yang memancar menyilaukan, tetapi dengan kasih kebaikan, kasih karunia keselamatan, dan penebusan kekal. Imam tua yang semula ragu itu mengalami kasih karunia itu sendiri, karena Allah sudah mengampuni ketidakpercayaannya dan keraguannya yang besar, dan memenuhi dia dengan Roh Kudus. Karena itu, Ia memuliakan Allah yang penuh anugerah itu dan membawa orang-orang yang mendengarkan perkataannya untuk mendekat kepada kuasa kasih Allah. Saudara yang kekasih, apakah lidah anda kelu, atau apakah lidah anda sudah dijamah dan bisa memuji anugerah Allah?

Pernyataan “tanduk keselamatan” menunjuk kepada sebuah tonjolan kecil yang disebut “tanduk” di keempat sisi dari mezbah bangsa Yahudi. Orang bisa melarikan diri dan mendapatkan jaminan keamanan ketika ia menghadapi kejaran orang-orang yang mau membalas dendam kepadanya, dan di sana ia akan aman. Ketika korban itu dibakar, orang-orang itu berdiri di bawah mezbah korban yang menjadi pengganti bagi mereka, sehingga dilepaskan dari hukuman. Demikianlah sang imam yang sudah sangat berpengalaman itu memahami bahwa Yesus adalah tanduk keselamatan bagi semua orang berdosa, dan barangsiapa berpegang kepada-Nya tidak akan dibinasakan oleh murka Allah, yang mendatangkan pembalasan atas semua dosa, tetapi orang itu akan dibenarkan karena Allah memandang kepada Dia yang sudah dihukum sebagai pengganti bagi kita di Golgota. Apakah anda berpegang teguh kepada tanduk keselamatan itu?

Semua karunia rohani itu tidak secara langsung dicurahkan kepada kita. Semua karunia itu memiliki kisah yang panjang dan alasan yang mendalam, sebagaimana yang sudah dinubuatkan oleh para nabi. Di dalam Roh Kudus, mereka melihat kedatangan Kristus sebagai Pribadi yang unik dan Juruselamat dunia. Kesaksian mereka itu benar. Semua kesaksian itu akan secara bertahap menjadi kebenaran, digenapkan di dalam kita, dan disempurnakan dalam kedatangan Kristus yang penuh kemuliaan.

Para Bapa orang beriman itu percaya kepada Allah yang hidup. Mereka sekarang melihat buah-buah iman mereka, karena Allah kita bukanlah Allah orang-orang yang mati, tetapi Allah dari orang-orang yang hidup. Mereka bersukacita di surga pada hari kelahiran Kristus, memuliakan Allah dengan ucapan syukur ata kebangkitan Yang Tersalib, menerima Dia yang naik ke surga dan duduk di atas tahta.

Mereka melihat bahwa Kristus adalah sang Penjamin dari perjanjian dengan Allah, karena tidak ada manusia atau bangsa yang bisa membuat sendiri perjanjan yang kudus dengan Allah, dan hanya darah dari Anak Allah yang bisa membasuhkan kita dan membuat kita memenuhi syarat untuk bisa datang kepada Allah dan hidup dengan Dia di dalam perjanjian yang baru, dimana kita masuk di dalamnya sampai selamanya.

Sumpah Allah di hadapan Abraham, sang nomaden yang beriman itu, yang di dalam ketaatannya kepada Allah mengorbankan anak sulungnya Ishak, mendapatkan penggenapan di dalam Kristus. Dalam kerelaannya dia menjadi sangat dekat dengan kasih Allah yang sudah memberikan Anak Tunggal-Nya di atas kayu salib bagi kita. Allah sudah bersumpah kepada Abraham yang hancur hati dan taat itu bahwa Kristus akan dilahirkan dari antara keturunannya dan bahwa melalui keturunannya maka segala bangsa di dunia ini akan diberkati (Kejadian 22:16-17).

Zakharia memahami rancangan rohani di dalam Perjanjian Lama ini, karena ia memang sangat mengenai Kitab Suci. Namun, ia salah karena mengikuti pandangan umum bangsa Yahudi bahwa kedatangan Kristus akan meneguhkan kerajaan Allah dengan kekuatan dan menjadikan Yerusalem sebagai ibukota dunia. Imam Zakharia merindukan dua hal: Pertama, dikuduskannya bangsa yang berdosa. Kedua, kemenangan bangsanya atas musuh yang berasal dari bangsa-bangsa asing.

Meskipun ada kerinduan duniawi dari sang imam itu, ia tidak menginginkan kekayaan dan kejayaan, tetapi menginginkan adanya ibadah yang leluasa dan adanya tuntunan rohani bagi bangsanya. Ia memahami bahwa rancangan untuk kedatangan Kristus yang unik itu sebagai pujian bagi semua bangsa, sehingga semua manusia harus datang kepada Allah di dalam pertobatan, pembasuhan dosa, pengudusan dan penyesalan, di dalam kekudusan kebenaran-Nya dan kesetiaan Ilahi-Nya. Kristus datang kepada kita dengan dua karakteristik, yang melampaui pemahaman manusiawi kita. Barangsiapa yang menetapkan kasihnya kepada Anak Allah akan mendapatkan pembenaran Ilahi, dan barangsiapa yang tinggal di dalam Dia akan dipenuhi dengan Roh Kudus yang dicurahkan dengan kekudusan yang sempurna dan kekal.

DOA: Bapa Surgawi, kami memuliakan Engkau karena Kristus yang berinkarnasi yang membawa pengharapan akan keselamatan bagi semua manusia di dunia ini. Tebuslah kami dari dari semua keinginan duniawi kami dan jadikan kami berakar teguh di kebenaran dan kekudusan-Mu sehingga kami bisa memuji Engkau di sepanjang kehidupan kami.

PERTANYAAN 20: Apakah sumber dan tujuan dari keselamatan kita?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on April 04, 2017, at 12:51 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)