Waters of Life

Biblical Studies in Multiple Languages

Search in "Indonesian":
Home -- Indonesian -- Matthew - 236 (Preparing the Passover)
This page in: -- Arabic -- Armenian -- Azeri -- Bulgarian -- Chinese -- English -- French -- Hebrew -- Hungarian? -- INDONESIAN -- Latin? -- Peul? -- Polish -- Russian -- Spanish? -- Uzbek -- Yiddish

Previous Lesson -- Next Lesson

MATIUS - Bertobatlah, Kerajaan Kristus Sudah Dekat!
Belajar dari Injil Kristus menurut Matius
BAGIAN 5 – Penderitaan dan Kematian Kristus (Matius 26:1 - 27:66)

5. Persiapan Paskah (Matius 26:17-19)


MATIUS 26:17-19
17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" 18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." 19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
(Keluaran 12:18-20, Matius 21:3, Yohanes 13:21-26)

Yesus mau mempersiapkan suasana yang penuh berkat untuk menyampaikan kesimpulan dari pengajaran-Nya dan tujuan dari kedatangan-Nya. Mungkin Ia mau menghendaki tempat yang tertutup dimana Ia mau bertemu dengan para murid untuk terakhir kali sehingga mereka tidak akan terganggu. Roh Kudus mengarahkan semua persiapan bagi Perjamuan Terakhir itu.

Sangat besar kemungkinannya bahwa Yesus makan perjamuan Paskah dengan para murid-Nya itu pada hari Kamis petang. Para murid mempersiapkan bagi-Nya perjamuan yang terdiri atas roti tidak beragi, sayur pahit, dan anggur merah. Hari penyembelihan anak domba adalah hari Jumat. Namun, teks sama sekali tidak menyebutkan bahwa di dalam perjamuan itu ada daging yang dipanggang, karena Yesus bukanlah seorang berdosa yang membutuhkan perlindungan dari murka Allah melalui darah anak domba yang tersembelih. Yesus sendiri, Dialah Anak Domba yang tersembelih untuk menyelamatkan dunia dari murka yang akan datang. Ini semua terjadi di keesokan harinya, yaitu hari Jumat, saat Yesus mati.

Pada Hari Raya Roti Tidak Beragi, seminggu sebelum Paskah, orang-orang Yahudi membuang semua ragi dari dalam rumah dan memakan roti yang tidak beragi untuk menunjukkan pertobatan mereka. Mereka berusaha membersihkan rumah mereka dari segala sesuatu yang bisa menjauhkan mereka dari Tuhan. Mereka menganggap hari-hari itu sebagai persiapan untuk pendamaian mereka dengan Tuhan melalui disembelihnya domba Paskah.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau sungguh-sungguh mau merayakan Paskah bersama dengan para murid-Mu, untuk menyiapkan mereka memasuki perjanjian yang baru di dalam darah Anak Domba Allah. Tolonglah kami untuk menyiapkan diri untuk peristiwa besar itu, bertobat atas semua dosa yang kami kenal, dan merayakan hari Raya Roti Tidak Beragi dan Paskah rohani sesuai dengan Injil.

PERTANYAAN 238: Apakah makna dari “Hari Raya Roti Tidak Beragi” bagi orang-orang Yahudi di masa dahulu dan di masa sekarang?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on October 09, 2012, at 10:01 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.109)